Rabu, 20 Agustus 2014
ADORATION MANSION
Minggu, 04 Mei 2014
SAN DIEGO HILLS MEMORIAL PARK & FUNERAL HOMES
"San Diego Hills merupakan memorial park pertama di dunia, yang memadukan konsep Forest Lawn di mana pemakaman tidak harus seram dengan kultur masyarakat Indonesia."
-- Suziany Japardy
Lippo memilih tagline San Diego Hills dengan "Memorial Park and Funeral Homes" sehingga kesannya tidak menyeramkan. "Dan San Diego Hills merupakan memorial park
paling indah di Indonesia. Orang asing bahkan berdecak kagum karena
memorial park yang dibangun dengan fasilitas restoran, kapel, masjid,
kolam renang, tempat bermain anak, dan danau,"kata Suziany Japardy,
Sales and Marketing Director San Diego Hills dalam percakapan dengan Kompas.com pekan lalu..
Mengapa Lippo membangun San Diego Hills? Awalnya mengacu pada pengalaman Pak Mochtar Riady, founder
Grup Lippo. Sepuluh tahun yang lalu, Pak Mochtar memindahkan makam
orangtuanya dari Malang ke Karawang, yang menjadi lokasi San Diego Hills
sekarang. Pemindahan itu karena Pak Mochtar setiap kali berziarah ke
makam orangtuanya, merasa tidak nyaman dengan suasana di pemkaman.
Semestinya di makam orangtua, kita ingin merenung, mengenang orang yang
kita cintai, malah suasana hiruk-pikuk orang-orang yang datang minta
uang. Akhirnya beliau berpikir sebaiknya makam orangtuanya dipindahkan
ke Karawang.
Dalam perjalanan waktu, Pak Mochtar Riady berpikir mengapa Lippo tidak sekalian membangun memorial park yang bagus? Karena dengan demikian, Lippo bisa membantu pemerintah menyediakan lahan pemakaman di Jabodetabek.
Terbatasnya
lahan pemakaman membuat banyak lahan pemakaman hilang akibat didaur
ulang menjadi makam orang lain kalau terlambat memperpanjang atau
membayar pajak.
Inilah pemikiran awal mengapa Grup Lippo akhirnya membangun memorial park di Karawang Barat.
San
Diego Hills mengklaim sebagai The Most Beautiful Memorial Park in
Indonesia. Seperti apa konsep San Diego Hills yang dikembangkan Lippo?
Kami membuat orang merasa nyaman. Tidak perlu membayar setiap tahun,
cukup membayar sekali saja untuk lahan pemakaman, kecuali bangunan
rusak.
Kami belajar dari Forest Lawn di Amerika Serikat. Mereka
punya lahan pemakaman di mana-mana di AS. Konsep pemakaman yang dibangun
Forest Lawn tidak menyeramkan. Mereka membuat menjadi memorial park.
Kami memodifikasi memorial park
dengan membangun fasilitas lainnya karena melihat tradisi orang Asia,
orang Indonesia, di mana ketika berziarah ke makam, mengajak orang
sekeluarga dan jarang sendirian.
Jadi di San Diego Hills, orang berziarah ke makam orang yang dicintai sambil berwisata. San Diego Hills memiliki family center, multi function room,
yang disewakan. Di San Diego Hills juga ada kapel untuk orang Kristen.
Biasanya mereka tidak terburu-buru. Ini kombinasi konsep Forest Lawn dan
kultur Indonesia.
Di San Diego Hills juga ada restoran masakan
Italia dan kolam renang. Juga ada danau buatan "Lake Angels" seluas 8
hektar, di mana anak-anak bisa naik boat menyusuri danau itu.
Kami juga menyediakan sepeda agar anak-anak bisa bermain. Ada sofa seperti di country club. Pokoknya kami buat orang yang ada di sana senyaman mungkin.
Di San Diego Hills, ada tempat untuk meeting, outbound,
juga bisa digunakan untuk tempat menikah. Ada pasangan yang ingin
menikah di dekat orangtuanya yang sudah meninggal dunia dan dimakamkan
di sini.
Wartawan National Geographic yang datang ke sini menyebutkan bahwa San Diego Hills merupakan memorial park pertama di dunia, yang memadukan konsep Forest Lawn di mana pemakaman tidak harus seram dengan kultur masyarakat Indonesia.
Kalau
di TPU, mungkin orang harus buru-buru di pemakaman dan tidak membawa
anak kecil. Tapi di San Diego Hills, keluarga besar tetap bisa membawa
anak kecil. Di saat orang dewasa sibuk dengan acara pemakaman, anak-anak
kecil bisa bermain dengan nyaman. Tradisi berziarah ke makam orang yang
dicintai itu sangat penting karena kita mengajarkan kepada anak-anak
perlunya berziarah.
Bagaimana meyakinkan orang yang masih hidup agar mau membeli lahan di San Diego Hills? Yang paling susah mengelola memorial park
adalah melayani keluarga yang sedang berduka cita. Saya selalu
mengingatkan kepada staf SDH untuk memiliki rasa sensitif dan melayani
dengan baik orang-orang yang sedang berduka. Jika mereka puas, mereka
akan bercerita ke teman-temannya. Ini promosi dari mulut ke mulut.
Sebaliknya jika pelayanan buruk, cerita beredar dari mulut ke mulut
juga.
Waktu pertama kali menjual SDH, tidak gampang. Tapi kami
mengajarkan masyarakat untuk bijaksana dan tidak merepotkan orang lain,
mempersiapkan diri dengan membeli lebih dahulu. Kapan mau dipakai, itu
terserah Tuhan.
Sejak
tahun 2007 hingga saat ini, dari lahan 500 hektar, sudah terjual 10
persen atau 50 hektar. Dari 50 ha itu, 20 hektar di antaranya merupakan
fasilitas. Sampai Maret 2011, sudah 1.700 orang dimakamkan di sini, atau
60 orang dalam sebulan.
Sampai Maret 2011, sudah terjual 30.000 lahan makam, seluruhnya dari penjualan pre-need. Kami sudah menjual pre-need ke
Koperasi Karyawan Garuda, Pensiunan Pegawai Bank Indonesia, Koperasi
Karyawan Bank Mandiri, Koperasi Karyawan Bank BNI, segera Koperasi
Karyawan BCA. Kami juga masuk ke komunitas masjid, gereja di
Jabodetabek. Respon mereka sangat bagus.
Kami juga segera
meluncurkan paket pemindahan makam ke San Diego Hills. Biayanya tidak
terlalu mahal, hanya sekitar Rp 15 juta. Misi kami membangun program
pemerintah dalam penyediaan lahan pemakaman yang saat ini makin
terbatas.
Kalau dulu orangtua sering menasihati, "hati-hati jangan
lewat dekat kuburan supaya tidak kerasukan". Tapi di San Diego Hills,
orang bisa berjam-jam di memorial park ini. Akses masuk ke San Diego
Hills mudah, dari jalan tol Jakarta-Cikampek keluar di gerbang tol II
Karawang Barat Km 46.
Kabarnya San Diego Hills memberi tempat khusus untuk orang-orang yang dianggap pahlawan? Benar, kami memberi tempat kepada orang-orang Indonesia yang dianggap heroes,
pahlawan dan diakui secara internasional. Kami memberi tempat secara
gratis di lokasi yang dinamakan "Heroes Plaza". Ini penghargaan kami
untuk mereka yang pernah mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia.
Salah satunya Ronny Pattinasarani.
Apa rencana pengembangan San Diego Hills dalam waktu dekat?
Selain membuat paket pemindahan makam ke San Diego Hills dengan biaya
relatif terjangkau, kami juga akan membangun rumah duka di setiap rumah
sakit Siloam. Dari sana, kami lebih mudah membantu orang yang ingin
membeli lahan di San Diego Hills.
Jumat, 04 Oktober 2013
San Diego Hills Memorial Park dan Funeral Homes
Inilah
persembahan terbaik yang bisa Anda berikan bagi orang-orang terkasih
yang telah berpulang. Sebuah tempat yang pantas untuk mengantar dan
mengenang kepergian mereka menuju alam keabadian, sekaligus nyaman di
kunjungi seluruh keluarga yang ditinggalkan.
San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes merupakan kawasan
pemakaman pertama di dunia yang menawarkan kelengkapan fasilitas dan
layanan berkualitas : taman pemakaman eksklusif, danau seluas 8 Ha.,
kapel, musholla, restoran Italia, jogging track, kolam renang, florist
& gift shop, padang rumput asri bagi outdoor activity, hingga gedung
serba guna berkapasitas 250 orang. Kini, melangsungkan pernikahan dan
berwisata di kawasan pemakaman bukan lagi sesuatu hal yang tidak lazim
dilakukan.
Sebagaimana
proyek properti prestisiusnya yang lain, PT Lippo Karawaci Tbk. sangat
concern mendesain San Diego Hills sejak awal dengan melakukan studi
mendalam. Adalah taman pemakaman terkemuka dunia, Forest Lawn Memorial
Parks and Mortuaries di California Amerika Serikat, yang kemudian
diadaptasi konsep dasarnya bagi pendirian San Diego Hills Memorial Parks
and Funeral Homes di areal seluas 500 Ha.
Berpegang
pada pandangan semua agama, bahwa mengantar dan mengenang orang-orang
yang telah berpulang haruslah dilakukan dengan cara yang benar menurut
kaidah, pantas, khusuk, dan khidmat, detail layanan dan fasilitas di San
Diego Hills dirancang untuk menghormati tata cara penguburan yang
sesuai bagi setiap penganut agama dan tradisi yang majemuk di
Indonesia, tanpa mengurangi kedalaman nilai-nilai spiritualnya.
Untuk
itu area pemakaman San Diego Hills terbagi menjadi 3 bagian besar yang
sarat makna : Universal Garden, Garden of Prosperity and Joy, dan Five Pillars Garden.
Langganan:
Postingan (Atom)








